Pernahkah Anda merasakan jantung berdebar kencang setelah berlari? Suara "deg" itu bukan hanya bukti berolahraga, tetapi juga sinyal penting yang dikirimkan tubuh Anda. Hari ini, mari kita bahas tentang pentingnya perubahan detak jantung selama berolahraga dan bagaimana menjaga kesehatan jantung melalui olahraga yang ilmiah.

- Detak Jantung: "Dasbor Kesehatan" Tubuh
Denyut jantung (yaitu, jumlah detak jantung per menit) adalah indikator penting untuk mengukur kondisi fisik. Denyut jantung istirahat orang dewasa normal biasanya antara 60 dan 100 detak per menit, sedangkan mereka yang berolahraga secara teratur mungkin memiliki denyut jantung istirahat yang lebih rendah (misalnya, atlet dapat mencapai 40 hingga 60 detak per menit). Hal ini karena jantung mereka lebih efisien dan memompa lebih banyak darah setiap detaknya.
Perubahan detak jantung selama berolahraga
Olahraga intensitas rendah (seperti berjalan kaki): Detak jantung sekitar 50% hingga 60% dari detak jantung maksimal, yang cocok untuk pemanasan atau pemulihan.
Olahraga intensitas sedang (seperti lari cepat dan berenang): Ketika detak jantung mencapai 60% hingga 70%, olahraga ini dapat secara efektif meningkatkan daya tahan kardiovaskular.
Latihan intensitas tinggi (seperti lari cepat dan HIIT): Detak jantung melebihi 70% hingga 85%, secara signifikan meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru dalam waktu singkat.
(Tips: Rumus estimasi denyut jantung maksimal = 220 – usia)
- Tiga Manfaat Utama Olahraga dalam Meningkatkan Detak Jantung
- Meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru untuk membuat jantung "lebih muda".
Olahraga teratur dapat meningkatkan efisiensi pemompaan jantung, mengurangi denyut jantung istirahat, dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Orang yang tekun melakukan olahraga aerobik (seperti lari dan bersepeda) dalam jangka waktu lama memiliki otot jantung yang lebih kuat dan sirkulasi darah yang lebih lancar.
2. Mempercepat metabolisme dan membakar lemak secara efisien
Ketika detak jantung mencapai "zona pembakaran lemak" (sekitar 60% hingga 70% dari detak jantung maksimal), tubuh akan memprioritaskan konsumsi lemak sebagai sumber energi. Inilah juga mengapa jogging selama 30 menit lebih bermanfaat untuk menurunkan lemak daripada lari cepat selama 1 menit.
3. Meredakan stres dan memperbaiki suasana hati
Peningkatan detak jantung selama berolahraga merangsang otak untuk melepaskan endorfin (pereda nyeri alami), membuat orang merasa bahagia. Pada saat yang sama, olahraga aerobik sedang juga dapat mengatur saraf otonom dan membantu meredakan kecemasan dan insomnia.
- Bagaimana Cara Memanfaatkan Denyut Jantung Secara Ilmiah untuk Memandu Olahraga?
- Temukan “zona detak jantung target” Anda.
Rentang pembakaran lemak: 60%-70% dari denyut jantung maksimal (cocok untuk penurunan lemak)
Rentang penguatan kardiopulmoner: 70%-85% dari denyut jantung maksimal (cocok untuk meningkatkan daya tahan)
(Detak jantung secara real-time dapat dipantau dengan jam tangan pintar atau tali pengukur detak jantung.)

2. Hindari olahraga berlebihan
Jika detak jantung melebihi 90% dari detak jantung maksimal dalam waktu lama selama berolahraga, hal itu dapat menyebabkan risiko seperti pusing dan sesak dada. Terutama bagi pemula, mereka harus memulai secara bertahap.
3. Pelatihan yang beragam
Latihan aerobik (seperti lari dan berenang) meningkatkan kesehatan jantung.pembuluh darah ketahanan
Latihan kekuatan (angkat beban, tubuh) latihan beban) meningkatkan kekuatan otot jantung
Latihan interval (HIIT) efektif meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru.
IV. Kuis Singkat: Apakah Jantung Anda Sehat?
Cobalah “Tes detak jantung istirahat” sederhana ini:
Setelah bangun tidur di pagi hari, berbaringlah diam selama satu menit dan ukur denyut nadi pergelangan tangan atau arteri karotis Anda.
Catat nilai rata-rata selama tiga hari berturut-turut.
✅<60 denyut per menit: efisiensi jantung lebih tinggi (umum terjadi pada mereka yang berolahraga secara teratur)
✅60-80 kali per menit: kisaran normal
Lebih dari 80 kali per menit: Disarankan untuk meningkatkan latihan aerobik dan berkonsultasi dengan dokter.
- Ambil tindakan dan mulailah "melatih pikiran Anda" mulai hari ini!

Baik itu jalan cepat, yoga, atau berenang, selama detak jantung meningkat secara tepat, hal itu dapat memberikan vitalitas pada jantung. Ingat: Olahraga terbaik adalah olahraga yang dapat Anda tekuni secara konsisten!
Waktu posting: 15 November 2025